Kamis, 29 Juli 2021

Pengertian Tafsir, Taqwil, dan Terjemahan

 

1.      Tafsir

a.       Penegertian Tafsir

Tafsir di ambil dari kata fassara-yufassiru-tafsiran yang berarti keterangan, penjelasan atau urain. Sedangakan menurut istilah:

1.      Menurut al-Jurjani, tafsir adalah menjelaskan makna ayat keadaanya, kisahnya, dan sebab yang karenanya ayat diturunkan, dengan lafat yang menunjukkan kepadanya dengan jelas sekali.

2.      Menurut az-Zarkasyi, ialah suatu pengetahuan yang dengan pengetahuan itu dapat dipahamkan kibullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW menjelaskan maksud-maksudnya mengeluarkan hukum-hukumnya dan hikmahnya.

3.      Menurut al Kilbyi ialah mensyarahkan al Qur’an, menerangkan maknanya dan menjelaskan apa yang dikendakinya dengan nashnya atau dengan isyaratnya ataupun dengan najwahnya.

4.      Menurut Syekh Thorir, ialah mensyarahkan lafad yang sukar dipahamkan oleh pendengarnya dengan uraian yang menjelaskan maksud dengan menyebut muradhifnya atau yang mendekatinya atau ia mempunyai petunjuk kepadanya melalui satu jalan (petunjuk)

b.      Klasifikasi Tafsir

Pembahasan mengenai klasifikasi tafsir tidak lepas dari metode yang digunakan mufasir dalam menafsirkan Al Qur’an. Klasifikasi tafsir terbagi menjadi tiga yaitu:

a.       Tafsir bi al Ma’tsur

Tafsir bi al Ma’tsur kerap disebut tafsir bi al-riwayah atau bi al-naqli. Metode penafsiran ini merujuk kepada penafsiran Al Qur’an dengan dasar periwayatan, riwayat dari Al Qur’an, sunnah and perkataan sahabat.

b.      Tafsir bi al-Ra’yi

Metode penafsiran ini disebut juga tafsir bi al-dirayah, atau tafsir bo al-ma’qul, sesuai nama yang disandangnya, tafsir ini tidak menyandarkan pada periwayatan, melainkan pada kekuatan rasional (ijtihat). Dengan demikian sandaran mereka adalah kemampuan bahasa, aspek perabadan arab, pemahaman gaya komunikasi, dan pnggunaan sains dan ilmu pengetahuan lain yang menopang dalam penafsiran suatu ayat.

c.       Tafsir bi al-Isyari

Mayoritas ulama menyatakan, bahwa tafsir al-isyari ialah penafsiran dengan tidak memfokuskan pada makna lahirnya. Al-shabumi mengatakan bahwa tafsir al-isyari ialah ta’wil Al Qur’an dengan menembus makna lahirnya.

 

 

2.      Ta’wil

a.       Pengertian Ta'wil

Kata ta’wil berasal dari kata al-awl, yang berarti kembali (ar-ruju’) atau dari kata al ma’al yang artinya tempat kembali (al-mashir) dan al-qibah yang berarti kesudahan. Ada yang menduga bahwa kata ini berasal dari kata al-iyalah yang berarti mengatur (al-siyasah). Sedangkan menurut istilah menurut Al-Jurjani ialah memalingkan lafad dari makna yang dhahir kepada makna yang muhtamil, apabila makna yang mu’yamil tidak berlawanan dengan al-quran dan assuanh.

b.      Klasifikasi Ta’wil

Klasifikasi ta’wil dibedakan menjadi dua macam yaitu:

1.      Ta’wil Kalam

Dalam pengertian bahasa si pembicara mengembalikan perkataan dengan merujuk pada asalnya. Arti kalam sendiri adalah arti yang haqiqi dari si pembicara.

2.      Ta’wil Amr

Ta’wil Amr ialah esensi perbuatan yang diperintahkan, misalnya hadist yang diriwayatkan dari Aisyah r.a, ia berkata “rasulullah membaca dalam rukuk dan sujudnyaa”

`

3.      Terjemah

a.       Pengerian Terjemah

Kata terjemah bersal dari bahasa arab “tarjamah” yang berarti menafsirkan dan menerangkan dengan bahasa yang lain (fassarah wa syaraha bi lisanin akhar), kemudian kemasukan “ta’ marbutah”  menjadi al-tarjamtun yang artinya pemindahan atau penyalinan dari suatu bahasa ke bahasa lain  (naql min lighatin ila ukhra). Sedangkan pengertian terjemah menurut istilah adalah menjelaskan makna suatu perkataan perkataan ke dalam bahasa yang lainnya, dengan tidak merubah semua maksud awal.

b.      Klasifikasi terjemah

1.      Terjemah Menurut ‘Urf

Pengertian terjemah menurut Urf dapat disimpulkan sebagai  “pengungkapan makna dari pembicaraan bahasa tertentu dalam bahasa lain dengan tetap menjagakeselarasan makna dan maksud yang dikandungnys.

2.      Syarat-syarat yang Harus Dimiliki Penerjemah

a.       Mengetahui bahasa asli dan bahasa penerjemahan,

b.      Mengetahui karakteristik gaya kedua bahasa tersebut,

c.       Menjaga ketepatan makna dan maksud secara konsisten ,

d.      Menggunakan redaksi terjemah tertentu dari bahasa aslinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Lembaga Pendidikan Islam

  BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Islam merupakan komponen terpenting untuk membentuk dan mewarnai corak hidup masyarakat. Pen...