Literasi sains di Indonesia masih lemah dibandingkan dengan
negara-negara asian lainnya, dan semakin lamah semakin lemah/turun. Literasi sains turun itu Karena beberapa
faktor yaitu: penerapan yang masih dis integrasi artinya masih ada beberapa
sekolah yang menerapkan pembelajaran yang tidak pada tempatnya artinya
pembelajaran ipa itu terpisah dan terbagi-bagi perkontennya, yang mana idealnya
pembelajaran ipa itu diampu oleh Satu guru pada mata pelajaran ipa tersebut.
Dalam surah al-baqoroh ayat 164 yang artinya “sesungguhnya pada
penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar do
laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan allah dari langit berupa air, lalu dengan itu
dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering),
dan dia tebarkan didalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan
awan yang dikendalikan antara mango dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan
tanda-tanda (kebesaran allah) bagi orang-orang yang mengerti”. Di akhir ayat
tersebut yaitu”tanda-tanda (kebesaran allah) bagi orang-orang yang mengerti ”
sangat erat kaitannya dengan hakikat ipa itu sendiri.
Pengertian Hakikat Ipa
Ada beberapa pengertian hakikat ipa yaitu:
Menurut
kemendikbud hakikat ipa adalah upaya sistematis untuk menciptakan membangun dan
mengorganisasikan pengetahuan tentang gejala alam.
Menurut Kerin
dan sans hakikat ipa adalah sistem pengetahuan tentang alam semesta, datanya
dikumpulkan melalui observasi dan eksperimnentasi yang dikontrol.
Menurut kethme
adalah sains dipandang sebagai cara berpikir untuk memahami alam sesemsta
Unsur Utama ipa yang dikemukakan oleh keren
dan sans bahwa ipa bisa dipandang produk, sebagai proses, sikap ilmiah dan
aplikasi,
a.
Dipandang
sebagai produk (kumpulan dari hasil Saintis berupa fakta, data, konsep, dan
teory)
b.
Sebagai
proses ( procedur atau care pemecahan masaah melalui metode ilmiah)
c.
Sikap
ilmiah ( yang mana ipa itu mengajarkan kita untuk bagaimana cara berfikir untuk
untuk menumbukan rasa ingin tau, jujur, teliti, terbuka, dan bisa menumhbukan
sikap ilmiah)
d.
Aplikasi (
penerapan metode ilmiah dalam kehidupan sehari-hari).
Posisi ipa
·
Promo
sains (berkaitan dengan ilmu-ilmu dasar yang cabangnya yaitu matematika)
·
Fisycal
sains ( yaitu membahsa nilai dari atom yang cabangnya adalah ilmu Lumia dan
ilmu fisika)
·
Laif sains
(membahas tingkat sel yang cabangnya adalah biologi)
·
Sosial
sains (ilmu-ilmu sosial ipa yaitu yang membahas rentang sosiologi,fsikologi dan
lainnya)
·
Bumi dan
makhluk hidup di dalamnya( cabangnya adalah asronomi, biosanis, kimiatiologi,
geology dan lainnya
Sains (sains itu sangat
berkaitan rest dengan pelajaran fisika, Lumia, biology, dan bumi antariksa)
Pembelajaran Ipa
Pembelajaran ipa
adalah interaksi Antara komponen-komponen pembelajaran dalam bentuk proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan yang
berbentuk kontersi yang telah di tetapkan.
Komponen
pembelajaran yaitu seluruh rangkap pelajaran nilai dari siswa, guru, inetraksi
anatara guru dan siswa, dan didukung oleh perangkat-perangkat lainnya sehingga sempai
kepada tujuan pembelajaran itu sendiri.
Tujuan
pembelajaran itu ialah kita berharap siswa belajar sains agar mereka memiliki
keterampilan atau kemampuan literati sains. Siswa tidak semata-mata mengharapkan
menghapal konsep , memahami theory dan hukum. Kompetensi itu bisa mereka
dapatkan diluar sekolah, dan mengajarkan sikap kepada siswa misalkan sikap teliti.
Pembelajaran ipa
seharusnya ipa itu terpadu dan ada beberapa pendapat mengenai ipa terpadau
tersebut.
Tipe
Pembelajaran Ipa Terpadu
v Conectid
Yaitu menitikberatkan antara satu topik dengan topik
lainnya.
Contohnya pada kd fotosintesis itu melibatkan juga
konten-konten fisika dan kimia. Disinilah guru mengaitkan konten-konten
tersebut agar lebih dalam.
v Webbed
Tipe memadukan multi disiplin ilmu atau berbagai mata
pelajaran yang diikat oleh Satu tema. Ciri khas dari webbed ini adalah tema.
Di ipa bisa menggunkan tema. Jadi tema pembelajaran itu contohnya
Covid19 jadi temanya adalah bagaimana covid19 ini dikehidupan. Dan ini bisa
dikaitkan dengan konten biologi, fisika, kimia, dan sains bumi antarika.
v Integreted
Tipe pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan
lintas bidang study, dengan menggabungkan bidang study dengan cara menerapkan priorities
kurikulum dan menemukan keterampilan, kemampuan, dan sikap yang saling
v Share
Tipe ini menggabungkan dua konten yang asking beririsan, misalnya biologi
dan kimia, kimia dan fisika, dan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar