Selasa, 04 Desember 2018

Bukan kesalahannya tapi kesalahan mu



Bicara tentang kesalahan semua orang pernah melakukan kesalahan baik secara sadar maupun tidak sadar. kadang apa yang kita pikirkan tidak sama yang dipikirkan orang lain. ada yang berbuat baik tapi malah dianggap jatuhkan hargadiri dan sebagainya.

Tapi menurut sebagian orang berbuat baikpun kita tidak ada gunanya, lebih parah nya lagi ketika kita berbuat baik malah dianggap bodoh, ya semua tergantung pribadi orangnya, dan seharusnya kita tidak boleh berhenti berbuat baik. 

Setiap kesalahan harus diselesaikan dan dibicarakan, walaupun masalah besar sekalipun.

Akui kesalahanmu sekarang juga. Tetapi, bagaimana caranya? Berikut ini cara bijak untuk melakukannya.

1. Jangan Panik, Lapangkan Dulu Hatimu Sebelum Mengakui Kesalahanmu

Tentu kamu tidak ingin orang menjadi panik dan marah-marah saat mendengar pengakuanmu. Kalau kamu lebih dulu panik, orang juga ikut panik. Makanya, tenangkan dulu dirimu sendiri. Buang jauh-jauh pikiran negatif dan skenario terburuk yang dapat terjadi. Kamu tetaplah orang baik, terlepas dari kesalahanmu. Kamu tetap harus kuat, meski kamu merasa tidak berdaya. Apapun yang terjadi, anggap saja semua itu sebagai pembelajaran agar kesalahan sama tidak terulang lagi.
 
2. Carilah Waktu yang Tepat

Mencari waktu yang tepat memang sulit, dan berisiko kamu menunda-nunda pengakuanmu. Tetapi, sikapi saja dengan sederhana. Jangan bicarakan saat orang tersebut memiliki banyak masalah, suasana hatinya sedang buruk. Gunakan waktu tidak tepat tersebut sebagai ruang untuk introspeksi dan memikirkan solusi yang bisa kamu tawarkan. Namun, semakin cepat semakin baik. Jangan mengulur sampai berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, ya!
 
3. Jangan Menutupi Apapun, Akui Kesalahan Kamu Seluruhnya Sampai Tuntas

Menyembunyikan atau memelintir fakta tidak akan membantu, apapun alasanmu. Akui semuanya dengan jujur, semenyakitkan atau separah apapun itu.

4. Bertanggungjawablah Atas Semua Kesalahanmu, Jangan Menyalahkan Orang Lain

Saat kamu berbuat salah, bertanggungjawablah atas kesalahanmu. Apabila kamu harus menebus kesalahanmu, lakukan sampai tuntas. Buktikan kesungguhanmu dengan berkomitmen dalam memperbaiki kesalahan. Jangan salahkan orang lain. Jangan pula berpura-pura seolah kesalahanmu tidak sefatal kenyataannya atau tidak terlalu menyakiti pasangan.

5. Jangan Membandingkan dan Mengungkit Kesalahan di Masa Lalu

Cara bijak untuk mengakui kesalahan adalah dengan bersikap jujur, mendiskusikan langkah terbaik untuk memperbaiki kesalahanmu, dan mencari strategi agar kesalahan tersebut tidak terulang lagi. Oleh karena itu, kamu tidak boleh memutarbalikkan kesalahanmu atau mengungkit dan membandingkan kesalahan pasangan agar kamu merasa lebih baik. Fokus saja pada kesalahanmu saat ini dan bicarakan secara baik-baik sampai tuntas.
 
6. Jangan Bikin Drama Tidak Penting Saat Bertengkar

7. Lalu, Berkomitmenlah Dalam Memperbaiki Kesalahanmu Tersebut

Selasa, 20 November 2018

apa yang kamu pikirkan saat membalasnya

Hasil gambar untuk cara membalas dendam dengan doa
Semua orang pasti  pernah mengalami sakit hati dan kekecewaan. Jika luka yang ditimbulkan sudah cukup dalam akan sulit disembuhkannya. Luka yang membekas umumnya  akan meninggalkan dendam yang jika dibiarkan akan bertumpuk dan dapat berujung pada tindakan yang tidak baik.

Memaafkan memang tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi ada baiknya merenungkan dan memikirkan akibat yang ditimbulkan jika kamu membalas dendam perbuatan seseorang yang telah melukai perasaan kamu.

Mungkin sakit hati yang kamu alami saat ini merupakan ujian bagi dirimu untuk menuju ke tingkatan yang lebih baik lagi. Hidup tak selamanya mulus, ada ujian dan tantangan yang harus kamu hadapi untuk terus bertahan.

Membalas dendam terhadap perlakukan buruk orang lain terhadapmu tidak akan menyelesaikan masalah. Mungkin ada perasaan lega yang kamu rasakan setelah membalas perbuatannya, namun setelahnya akan timbul perasaan tidak menyenangkan.

Memendam rasa dendam yang berlebihan hanya akan membuat kamu gampang sakit dan menjadikan hatimu kotor. Daripada disimpan mending dibuang jauh-jauh.

Mungkin perasaan sakit yang kamu rasakan saat ini adalah akibat dari perbuatan yang pernah kamu lakukan dulu terhada orang lain. mugkin kamu secara tidak sadar telah membuat hati orang lain menjadi sakit karena perbuatan atau perkataan yang kamu anggap biasa?

Cobalah kembali introspeksi diri. Tak ada orang yang selama hidupnya benar. Tidak perlu mengutuk keadaan. Nikmatilah proses yang ada.

Meski Allah melarang kita mendoakan orang lain agar celaka atau dapat bencana, namun khusus terhadap orang-orang yang dizalimi atau dianiaya Allah membolehkannya. 

Allah swt telah berfirman :

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Latinnya :
 Laa yuhibbu allaahu aljahra bialssuu-i mina alqawli illaa man zhulima wakaana allaahu samii’an ‘aliimaan

 Artinya :
” Allah tidak suka seseorang mengatakan sesuatu yang buruk kepada seseorang dengan terang-terangan melainkan orang yang dizalimi maka dia boleh menceritakan kezaliman tersebut, dan Allah itu maha mendengar dan maha mengetahui.” ( 148 : an-Nisa)

dan satu hal yang perludi ingat, seburuk apapaun perlakuan orang terhadap kita yang telah menyakiti hati maka jangan lah berpikir untuk membals nya.

PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ORDER PERSEDIAAN BARANG BERBASIS WEB



BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kemajuan teknologi semakin berkembang terutama teknologi komputer. Saat ini penggunaan komputer bukan hanya untuk pengolahan data ataupun penyajian informasi, tetapi telah mampu membantu pekerjaan manusia dalam hal pengambilan keputusan. Hampir semua perusahaan dalam hal pengambilan keputusan, penyebaran informasi, peningkatan efektifitas pekerjaan dan pelayanan telah menggunakan sistem informasi komputer.

Dalam menentukan persediaan barang di toko Sumber Rezeki dilakukan dengan cara menyeleksi para calon supllier barang yang mana dalam penyeleksian persediaan barang, masih terdapat kesalahan seperti kesalahan dalam penyeleksian kriteria-kriteria calon supplier barang. Untuk itu diperlukan sebuah sistem yang tekomputerisasi yaitu sistem pendukung pengambilan keputusan penyeleksian calon supllier barang yang diharapkan dapat mengurangi kelemahan dari pelaksanaan proyek pengadaan barang yang  sebelumnya.
Penerapan Metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai salah satu metode pengambilan keputusan pemecahan suatu masalah dengan membuat rancangan sistem dan membangun perangkat lunak. Hal ini akan dibuat suatu sistem pengambilan keputusan dalam pemilihan supllier untuk persediaan barang pada Toko Sumber Rezeki dengan menggunakan metode SAW berbasis WEB. Dimana orang atau pemakai jasa tidak perlu menghitung atau membandingkan kriteria dan bobotnya secara manual, karna dalam pengimputan secara manual memiliki resiko untuk melakukan kesalahan diantaranya yaitu: kesalahan perhitungan, membutuhkan waktu lama.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana merancang bangun sistem pendukung pengambilan keputusan berbasis WEB dalam melakukan penyeleksian supllier dalam persediaan barang di toko Sumber Rezeki dengan metode SAW.


1.3  Batasan Masalah

a.       Penentuan keputusan calon supllier persediaan barang berdasarkan kriteria-kriteria yang disesuaikan dengan kebutuhan pada studi kasus. 
b.       Sistem ini dibuat untuk menghasilkan keputusan calon supllier persediaan barang, keputusan yang diberikan hanya sebatas penunjang bukan keputusan mutlak.

1.4 Tujuan

Merancang bangun sistem pendukung pengambilan keputusan berbasis WEB yang dapat membantu penyeleksian supllier untuk persediaan  barang di toko Sumber Rezeki.

1.5  Sistematika Penulisan

Adapun sistematika yang digunakan terbagi menjadi tiga bab. Berikut penjelasan masing-masing bab :
BAB I PENDAHULUAN
      Berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan, dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
      Berisi tentang dasar teori yang mendukung permasalahan yang dibahas.
BAB III METODOLOGI PENULISAN
      Berisi tentang objek dan jenis penelitian, data dan sumber data, metode pengumpulan data, dan metode analisa data.
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN
      Berisi tentang Berisi tentang analisa data-data yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi permasalahan untuk mendapatkan pemecahan masalah dan rancangan aplikasi yang akan dibangun.















BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1             Pengertian Sistem

Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Beberapa ahli salah satunya Mc.Load (1995) menyatakan bahwa sistem adalah sebagai kelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. sumber daya mengalir dari elemen output dan untuk menjamin prosesnya berjalan dengan baik maka dihubungkan dengan mekanisme control. sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu yaitu :
1.      Komponen (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2.      Batas Sistem (Boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3.      Lingkungan Luar Sistem (environments)
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat menguntungkan dan dapat juga merugikan sistem tersebut.

4.      Penghubung (Interface)
Penghubung merupakan media penghubung antara satu
Subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran (Output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem lainnya membentuk satu kesatuan.
5.      Masukan (Input)
Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (Maintenance Input) dan masukan sinyal (Signal Input). Maintenance Input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal Input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem computer, program adalah Maintenance Input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal Input untuk diolah menjadi informasi.
6.      Keluaran (Output)
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat berupa informasi, laporan, dokumen, tampilan layer computer, barang jadi,dll. Yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem.
7.      Pengolah (process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
8.      Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

2.2             Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem adalah penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem  lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada . Model sistem yang dikembangkan dalam menganalisa perangkat lunak menggunakan metode konvensional dengan memanfaatkan model atau paradigma siklus hidup klasik atau lebih sering disebut Waterfall Model. Model ini bersifat linier karena prosesnya mengalir secara sekuensial mulai dari awal hingga akhir. Model ini mensyaratkan penyelesaian suatu tahap secara tuntas sebelum beranjak pada tahap selanjutnya. Hasil-hasilnya harus didokumentasikan dengan baik. Adapun tahap-tahapnya adalah sebagai berikut :



1.      Perencanaan
Menyangkut studi kebutuhan pengguna, studi kelayakan baik secara teknis maupun secara teknologi serta penjadwalan pengembangan perangkat lunak. Dapat juga dikatakan sebagai defenisi kebutuhan sistem.
2.      Analisa
Tahap dimana kita berusaha mengenali seluruh permasalahan yang muncul pada pengguna (user), mengenali komponen-komponen sistem, objek-objek, hubungan antar objek, dan sebagainya. Merupakan analisa keadaan internal dan eksternal.
3.      Perancangan
Merupakan tahap pencarian solusi dari permasalahan yang didapat dari tahap analisa.
4.      Implementasi
Tahap pengimplementasian rancangan sistem kesituasi nyata. Pada tahap ini dimulai proses pemilihan perangkat keras, penyusunan perangkat lunak aplikasi (coding) dan pengujian (testing) apakah sistem sudah sesuai dengan kebutuhan. Jika belum, dilakukan proses iteratif, yaitu kembali ke tahap-tahap sebelumnya.
5.      Pemeliharaan
Mulai melakukan pengoperasian sistem dan melakukan perbaikan-perbaikan kecil jika diperlukan. Jika masa penggunaan sistem habis, maka akan kembali ke tahap pertama, yaitu perencanaan.

2.3             Pengertian SPK

Menurut Alter (2002) yang dikutip dalam buku konsep dan aplikasi sistem pendukung keputusan, Kusrini (2007:15) bahwa sistem pendukung keputusan merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan pemanipulasian data. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat.

2.4             Barang

Republik indonesia nomor 70 tahun 2012 pasal 1, bahwa barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh pengguna barang. Pengadaan barang/jasa pemerintah yang selanjutnya disebut dengan pengadaan barang/jasa adalah kegiatan untuk memperoleh barang/jasa oleh kementerian/lembaga/satuan kerja perangkatdaerah/institusi yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh barang/jasa.

2.5             Web

Web merupakan salah satu fasilitas di internet. Web sendiri merupakan kumpulan dokumen-dokumen multimedia yang saling terhubung satu sama lain yang menggunakan protokol HTTP dan untuk mengaksesnya menggunakan “browser”. browser merupakan perangkat lunak untuk menampilkan halaman-halaman web dalam format HTML.

2.6             Pengertian SAW

Konsep dasar metode Simple Additive Weighting (SAW) adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matrik keputusan ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.
Metode ini memerlukan langkah perhitungan normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat dibandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Metode SAW mengenal dua jenis kriteria, yaitu cost dan benefit. Cost merupakan jenis kriteria yang mengutamakan nilai terendah, sedangkan benefit merupakan jenis kriteria yang mengutamakan nilai tertinggi sebagai acuan pemilihan.
Prosedur atau langkah-langkah untuk menerapkan metode SAW meliputi:
·         Menentukan kriteria (C) yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan.
·         Memberikan nilai bobot (W) dari masing-masing kriteria yang telah ditentukan.
·         Memberikan nilai rating kecocokan pada masingmasing alternatif dari semua kriteria.
·         Menghitung matriks keputusan berdasarkan kriteria (C), selanjutnya dilakukan perhitungan normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut (cost atau benefit), sehingga didapatkan hasil nilai kinerja ternormalisasi matriks(rij).
Hasil dari nilai kinerja ternormalisasi (rij) membentuk matriks ternormalisasi (R).
·         Hasil akhir didapatkan dari proses penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi (R) dengan vektor bobot yang kemudian dilakukan perangkingan, sehingga didapatkan nilai alternatif tertinggi sebagai solusi terbaik.

2.7             DFD

Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik dari sebuah sistem. DFD menggambarkan komponen-komponen sebuah sistem, aliran-aliran data di mana komponen-komponen tersebut, dan asal, tujuan, dan penyimpanan dari data tersebut (Kendall, 2006).

2.8             ERD

Menurut Fathansyah (1999) Diagram Keterhubungan Entitas atau Entity-Relationship Diagram, selanjutnya disebut ERD, adalah model konseptual yang mendeskripsikan hubungan antar penyimpanan (dalam DAD). ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data. Model entity-relationship yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari real world (dunia nyata) yang ditinjau, dapat digambarkan dengan lebih sistematis dengan menggunakan ERD. ERD menggunakan sejumlah notasi dan simbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar data. Notasi-notasi simbolik di dalam ERD yang dapat digunakan adalah:
1.      Persegi panjang, menyatakan himpunan entitas.
2.      Lingkaran atau elips, menyatakan atribut (atribut yang berfungsi sebagai key digarisbawahi).
3.      Belah ketupat, menyatakan himpunan relasi.
4.      Garis (link), sebagai penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atributnya.
5.      Kardinalitas relasi dapat dinyatakan dengan banyaknya garis cabang atau dengan pemakaian angka (1 dan 1 untuk relasi satu-ke-satu, 1 dan N untuk relasi satu-kebanyak atau N dan N untuk relasi banyak-ke-banyak).

2.9             Flowchart

Flowchart adalah serangkaian bagan-bagan yang menggambarkan alir program. Flowchart atau diagram alir memiliki bagan-bagan yang melambangkan fungsi tertentu. Flowchart dapat menunjukkan kegiatan dan simpanan yang digunakan dalam suatu prosedur (Jogiyanto, 2001).

















BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Perencanaan

Tahapan awal dari penelitian adalah perencanaan. Perencanaan dilakukan agar mendapatkan acuan dalam pembuatan aplikasi. Perencanaan dalam hal ini dilakukan dengan membaca literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.

3.1.1 Identifikasi Masalah

Setelah melakukan peninjauan langsung ke toko Sumber Rezeki, peneliti melihat  dalam menentukan supllier barang-barang di toko tersebut masih mengalami kendala.  Seperti kualitas barang dari supllier yang tidak sesuai dengan harga belinya, pelayanan yang diberikan supllier, ketepatan waktu supllier dalam pengantaran barang, dan jarak tempuh antara supplier menuju toko. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan aplikasi yang mampu membantu dalam pengambilan keputusan untuk menentukan calon supllier yang sesuai dengan kebutuhan toko Sumber Rezeki.

3.1.2 Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan agar peneliti lebih paham dalam merancang sistem pendukung pengambilan keputusan berbasis WEB dalam melakukan penyeleksian supllier untuk persediaan barang di toko Sumber Rezeki. Studi pustaka dapat dilakukan  dengan mencari referensi dari buku, jurnal maupun internet. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan segala informasi yang berkaitan dengan topik penelitian.


3.1.3 Menentukan Batasan Masalah

Setelah mendapatkan informasi tentang sistem pendukung pengambilan keputusan dari literatur buku pada studi kepustakaan, lalu menentukan masalah yang akan diteliti dengan melakukan observasi langsung ke toko Sumber Rezeki dan melakukan wawancara dengan pengelola toko tersebut. Setelah menemukan permasalahan, kemudian menentukan batasan permasalahan yang bertujuan agar penilitian lebih fokus dan tidak keluar dari pokok permasalahan yang ada.

3.2 Pengumpulan Data

            Dalam tahap ini peneliti mengumpulkan data yang diperlukan dengan menggunakan beberapa metode yaitu :

3.2.1 Observasi

            Observasi dilakukan langsung di toko Sumber Rezeki agar mendapatkan gambaran yang nyata mengenai keadaan yang sebenarnya terjadi dilapangan, hal ini bertujuan untuk lebih mengetahui permasalahan yang sedang diteliti.

3.2.2 Wawancara

      Proses wawancara dilakukan kepada salah seorang staf dibagian persediaan barang. Wawancara yang dilakukan tentang bagaimana prosedur persediaan barang yang distok setiap waktu dan juga bagaimana kondisi dari barang-barang tersebut.

3.2.3 Studi Literatur

            Peneliti melakukan pencarian data melalui berbagai referensi seperti buku, jurnal, peper, dan pencarian melalui internet untuk mendapatkan teori mengenai permasalahan yang sedang diteliti.

3.3 Analisa dan Perancangan

3.3.1 Analisa Proses yang sedang Berjalan

Selama ini pengambilan keputusan dalam persediaan barang di Toko Sumber Rezeki di lakukan secara manual, yaitu dengan menghitung seluruh nilai dari setiap kriteria dan bobot dari seluruh alternatif yang mendaftar untuk penyeleksian pengadaan barang oleh supllier. Pemilihan dengan cara manual ini memiliki resiko berupa kesalahan perhitungan atau human error, pemilihan dengan cara manual juga membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga terlalu membuang waktu.

3.3.2 Analisa Sistem Baru

Sistem baru di rancang dengan memanfaatkan sistem pengambilan keputusan dengan metode SAW atau metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif dari semua atribut. Metode ini membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan untuk membandingkan semua rating dari alternatif yang ada. Sebelum sistem ini di jalankan, user harus menginputkan apa saja kriteria yang ditentukan, nilai bobot dari setiap kriteria dan nilai kriteria setiap alternatif, sehingga nantinya akan menghasilkan ranking dari setiap alternatif, alternatif dengan ranking tertinggi akan menjadi alternatif terbaik atau dengan kata lain pemenang dari seleksi penyediaan barang yang dilakukan.
3.3.3 Perancangan (design)
Perancangan sistem merupakan rancangan dari hasil analisa yang telah dilakukan sebelumnya yaitu berupa perancangan menu dan perancangan interface.









BAB IV

ANALISA DAN PERANCANGAN

4.1 Analisa Sistem

Analisa sistem dibagi menjadi dua bagian pembahasan yaitu analisa sistem yang berjalan saat ini dan analisa sistem baru. Pada analisa sistem baru akan dibahas mengenai analisa “Sistem Pengambilan Keputusan Pemilihan Supplier Barang di Toko Sumber Rezeki berbasis WEB” dan analisa fungsional sistem yang terdiri dari analisa berupa flowchart, Data Flow Diagram (DFD),  dan Entity Relationship Diagram (ERD). 

 

  4.1.1.  Analisa Sistem yang Sedang Berjalan


 4.1.2.  Analisa Sistem Baru







4.2 Analisa Fungsional Sistem 

Analisa fungsional sistem dilakukan dengan menggambarkan bagaimana proses masukan aplikasi sehingga dapat menghasilkan keluaran yang diinginkan oleh pengguna.  Adapun bagian dari analisa fungsional sistem, yaitu : 

4.2.1 Data Flow Diagram (DFD) 

Alat bantu dalam pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses yang fungsional dan dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual atau terkomputerisasi. Perancangan sistem ini terdapat 3 bagian Data Flow Diagram (DFD) yaitu, Context Diagram (DFD Level 0), DFD .
1 contex diagram
2 DFD


4.2.2 Entity Relatioshipl Diagram (ERD) 

Berikut ini Entity Relationship Diagram (ERD) Inbook Mobile yang tergambar dalam gambar 8 ERD berikut

4.3 Perancangan Struktur Menu

4.4 Perancangan Interface

3 halaman home

4 halaman kriteria
5 halaman peserta
6 halaman perhitungan
7 halaman pemenang
8 halaman help













DAFTAR PUSTAKA

Stephanus, H. S. (2011). Mudah Membuat Aplikasi Android. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Suhendar, A, and G. H. (2002). Visual Modeling Menggunakan UML dan Rational Rose. Bandung: Informatika Bandung.
Supriyanto, A. (2005). Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Salemba Infotek.
Syafaat H, N. and D. E. A. P. (2014). Rancang Bangun Pkumaps.Com Berbasis Location Based Service (LBS) Dengan Teknologi Multi Platform, (KSNI).
W3function. (2014). Penjelasan CSS3. Retrieved January 19, 2014, from http://www.w3function.com/blog/index.php?p=det&idn=59
W3schools. (2014). Penejelasan Pengertian HTML5. Retrieved April 08, 2014, from http://www.w3schools.com/html/html5_intro.asp
Westrianingsih. (2012). Panduan Aplikatif & Solusi (PAS) Membangun Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Makalah Lembaga Pendidikan Islam

  BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Islam merupakan komponen terpenting untuk membentuk dan mewarnai corak hidup masyarakat. Pen...