PENDAHULUAN
Kemajuan
teknologi semakin berkembang terutama teknologi komputer. Saat ini penggunaan
komputer bukan hanya untuk pengolahan data ataupun penyajian informasi, tetapi
telah mampu membantu pekerjaan manusia dalam hal pengambilan keputusan. Hampir
semua perusahaan dalam hal pengambilan keputusan, penyebaran informasi,
peningkatan efektifitas pekerjaan dan pelayanan telah menggunakan sistem
informasi komputer.
Dalam
menentukan persediaan barang di toko Sumber Rezeki dilakukan dengan cara menyeleksi
para calon supllier barang yang mana dalam penyeleksian persediaan barang,
masih terdapat kesalahan seperti kesalahan dalam penyeleksian kriteria-kriteria
calon supplier barang. Untuk itu diperlukan sebuah sistem yang tekomputerisasi
yaitu sistem pendukung pengambilan keputusan penyeleksian calon supllier barang
yang diharapkan dapat mengurangi kelemahan dari pelaksanaan proyek pengadaan
barang yang sebelumnya.
Penerapan
Metode Simple Additive Weighting (SAW)
sebagai salah satu metode pengambilan keputusan pemecahan suatu masalah dengan
membuat rancangan sistem dan membangun perangkat lunak. Hal ini akan dibuat
suatu sistem pengambilan keputusan dalam pemilihan supllier untuk persediaan
barang pada Toko Sumber Rezeki dengan menggunakan metode SAW berbasis WEB. Dimana
orang atau pemakai jasa tidak perlu menghitung atau membandingkan kriteria dan
bobotnya secara manual, karna dalam pengimputan secara manual memiliki resiko
untuk melakukan kesalahan diantaranya yaitu: kesalahan perhitungan, membutuhkan
waktu lama.
Bagaimana
merancang bangun sistem pendukung pengambilan keputusan berbasis WEB dalam
melakukan penyeleksian supllier dalam persediaan barang di toko Sumber Rezeki
dengan metode SAW.
a. Penentuan keputusan calon supllier persediaan
barang berdasarkan kriteria-kriteria yang disesuaikan dengan kebutuhan pada
studi kasus.
b. Sistem ini dibuat untuk menghasilkan keputusan
calon supllier persediaan barang, keputusan yang diberikan hanya sebatas
penunjang bukan keputusan mutlak.
Merancang bangun sistem
pendukung pengambilan keputusan berbasis WEB yang dapat membantu penyeleksian supllier
untuk persediaan barang di toko Sumber
Rezeki.
Adapun sistematika yang
digunakan terbagi menjadi tiga bab. Berikut penjelasan masing-masing bab :
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan, dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Berisi tentang dasar teori yang mendukung permasalahan yang
dibahas.
BAB III METODOLOGI
PENULISAN
Berisi tentang objek dan jenis penelitian, data dan sumber
data, metode pengumpulan data, dan metode analisa data.
BAB IV ANALISA DAN
PERANCANGAN
Berisi tentang Berisi tentang analisa data-data yang dibutuhkan untuk
mengidentifikasi permasalahan untuk mendapatkan pemecahan masalah dan rancangan
aplikasi yang akan dibangun.
LANDASAN TEORI
Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan
menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Beberapa ahli salah
satunya Mc.Load (1995) menyatakan bahwa sistem adalah sebagai
kelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai
suatu tujuan. sumber daya mengalir dari elemen output dan untuk menjamin
prosesnya berjalan dengan baik maka dihubungkan dengan mekanisme control.
sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu yaitu :
1.
Komponen
(Components)
Suatu
sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya
saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau
elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari
sistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan
suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2. Batas Sistem (Boundary)
Batas
sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem
lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu
sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang
lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3. Lingkungan Luar Sistem (environments)
Lingkungan
luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi
operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat menguntungkan dan dapat juga
merugikan sistem tersebut.
4. Penghubung (Interface)
Penghubung
merupakan media penghubung antara satu
Subsistem
dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber
daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran (Output) dari satu subsistem akan menjadi
masukan (input) untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung.
Penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem lainnya membentuk
satu kesatuan.
5. Masukan (Input)
Masukan
adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan
perawatan (Maintenance Input) dan
masukan sinyal (Signal Input).
Maintenance Input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat
beroperasi. Signal Input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
Sebagai contoh didalam sistem computer, program adalah Maintenance Input yang
digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal Input untuk
diolah menjadi informasi.
6. Keluaran (Output)
Keluaran
adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang
berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat berupa informasi, laporan, dokumen,
tampilan layer computer, barang jadi,dll. Yang disediakan untuk lingkungan
sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem.
7. Pengolah (process)
Suatu
sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi
keluaran.
8. Sasaran Sistem
Suatu
sistem mempunyai tujuan (goal) atau
sasaran (objective). Sasaran dari
sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran
yang akan dihasilkan sistem.
Pengembangan sistem
adalah penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem
lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada . Model
sistem yang dikembangkan dalam menganalisa perangkat lunak menggunakan metode
konvensional dengan memanfaatkan model atau paradigma siklus hidup klasik atau
lebih sering disebut Waterfall Model. Model ini bersifat linier karena
prosesnya mengalir secara sekuensial mulai dari awal hingga akhir. Model ini
mensyaratkan penyelesaian suatu tahap secara tuntas sebelum beranjak pada tahap
selanjutnya. Hasil-hasilnya harus didokumentasikan dengan baik. Adapun
tahap-tahapnya adalah sebagai berikut :
1. Perencanaan
Menyangkut
studi kebutuhan pengguna, studi kelayakan baik secara teknis maupun secara
teknologi serta penjadwalan pengembangan perangkat lunak. Dapat juga dikatakan
sebagai defenisi kebutuhan sistem.
2. Analisa
Tahap
dimana kita berusaha mengenali seluruh permasalahan yang muncul pada pengguna (user), mengenali komponen-komponen
sistem, objek-objek, hubungan antar objek, dan sebagainya. Merupakan analisa
keadaan internal dan eksternal.
3. Perancangan
Merupakan
tahap pencarian solusi dari permasalahan yang didapat dari tahap analisa.
4. Implementasi
Tahap
pengimplementasian rancangan sistem kesituasi nyata. Pada tahap ini dimulai
proses pemilihan perangkat keras, penyusunan perangkat lunak aplikasi (coding) dan pengujian (testing) apakah sistem sudah sesuai
dengan kebutuhan. Jika belum, dilakukan proses iteratif, yaitu kembali ke
tahap-tahap sebelumnya.
5. Pemeliharaan
Mulai melakukan pengoperasian sistem dan melakukan perbaikan-perbaikan
kecil jika diperlukan. Jika masa penggunaan sistem habis, maka akan kembali ke
tahap pertama, yaitu perencanaan.
Menurut
Alter (2002) yang dikutip dalam buku konsep dan aplikasi sistem pendukung
keputusan, Kusrini (2007:15) bahwa sistem pendukung keputusan merupakan sistem
informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan pemanipulasian
data. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi
yang semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorang
pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat.
Republik
indonesia nomor 70 tahun 2012 pasal 1, bahwa barang adalah setiap benda baik
berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat
diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh pengguna barang.
Pengadaan barang/jasa pemerintah yang selanjutnya disebut dengan pengadaan
barang/jasa adalah kegiatan untuk memperoleh barang/jasa oleh
kementerian/lembaga/satuan kerja perangkatdaerah/institusi yang prosesnya
dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan
untuk memperoleh barang/jasa.
Web
merupakan salah satu fasilitas di internet. Web sendiri merupakan kumpulan
dokumen-dokumen multimedia yang saling terhubung satu sama lain yang
menggunakan protokol HTTP dan untuk mengaksesnya menggunakan “browser”. browser
merupakan perangkat lunak untuk menampilkan halaman-halaman web dalam format
HTML.
Konsep
dasar metode Simple Additive Weighting (SAW) adalah mencari penjumlahan
terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode
SAW membutuhkan proses normalisasi matrik keputusan ke suatu skala yang dapat
diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.
Metode
ini memerlukan langkah perhitungan normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu
skala yang dapat dibandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Metode
SAW mengenal dua jenis kriteria, yaitu cost dan benefit. Cost merupakan jenis
kriteria yang mengutamakan nilai terendah, sedangkan benefit merupakan jenis
kriteria yang mengutamakan nilai tertinggi sebagai acuan pemilihan.
Prosedur
atau langkah-langkah untuk menerapkan metode SAW meliputi:
·
Menentukan
kriteria (C) yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan.
·
Memberikan
nilai bobot (W) dari masing-masing kriteria yang telah ditentukan.
·
Memberikan
nilai rating kecocokan pada masingmasing alternatif dari semua kriteria.
·
Menghitung
matriks keputusan berdasarkan kriteria (C), selanjutnya dilakukan perhitungan
normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut
(cost atau benefit), sehingga didapatkan hasil nilai kinerja ternormalisasi
matriks(rij).
Hasil
dari nilai kinerja ternormalisasi (rij) membentuk matriks ternormalisasi (R).
·
Hasil
akhir didapatkan dari proses penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi
(R) dengan vektor bobot yang kemudian dilakukan perangkingan, sehingga
didapatkan nilai alternatif tertinggi sebagai solusi terbaik.
Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik
dari sebuah sistem. DFD menggambarkan komponen-komponen sebuah sistem,
aliran-aliran data di mana komponen-komponen tersebut, dan asal, tujuan, dan
penyimpanan dari data tersebut (Kendall, 2006).
Menurut Fathansyah (1999) Diagram
Keterhubungan Entitas atau Entity-Relationship Diagram, selanjutnya disebut ERD, adalah
model konseptual yang mendeskripsikan
hubungan antar penyimpanan (dalam DAD).
ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data. Model entity-relationship yang berisi komponen-komponen
himpunan entitas dan himpunan
relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari real world (dunia nyata) yang
ditinjau, dapat digambarkan dengan
lebih sistematis dengan menggunakan ERD. ERD menggunakan sejumlah notasi dan simbol untuk menggambarkan struktur dan
hubungan antar data. Notasi-notasi
simbolik di dalam ERD yang dapat digunakan adalah:
1. Persegi panjang, menyatakan himpunan entitas.
2. Lingkaran atau elips, menyatakan atribut (atribut yang
berfungsi sebagai key digarisbawahi).
3. Belah ketupat, menyatakan himpunan relasi.
4. Garis (link), sebagai penghubung antara himpunan relasi
dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atributnya.
5.
Kardinalitas
relasi dapat dinyatakan dengan banyaknya garis cabang atau dengan pemakaian
angka (1 dan 1 untuk relasi satu-ke-satu, 1 dan N untuk relasi satu-kebanyak
atau N dan N untuk relasi banyak-ke-banyak).
Flowchart adalah serangkaian bagan-bagan yang
menggambarkan alir program. Flowchart atau diagram alir memiliki bagan-bagan
yang melambangkan fungsi tertentu. Flowchart dapat menunjukkan kegiatan dan
simpanan yang digunakan dalam suatu prosedur
(Jogiyanto, 2001).
METODOLOGI PENELITIAN
Tahapan
awal dari penelitian adalah perencanaan. Perencanaan dilakukan agar mendapatkan
acuan dalam pembuatan aplikasi. Perencanaan dalam hal ini dilakukan dengan
membaca literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.
Setelah
melakukan peninjauan langsung ke toko Sumber Rezeki, peneliti melihat dalam menentukan supllier barang-barang di
toko tersebut masih mengalami kendala. Seperti kualitas barang dari supllier yang
tidak sesuai dengan harga belinya, pelayanan yang diberikan supllier, ketepatan
waktu supllier dalam pengantaran barang, dan jarak tempuh antara supplier
menuju toko. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan
aplikasi yang mampu membantu dalam pengambilan keputusan untuk menentukan calon
supllier yang sesuai dengan kebutuhan toko Sumber Rezeki.
Studi
pustaka dilakukan agar peneliti lebih paham dalam merancang sistem pendukung
pengambilan keputusan berbasis WEB dalam melakukan penyeleksian supllier untuk
persediaan barang di toko Sumber Rezeki. Studi pustaka dapat dilakukan dengan mencari referensi dari buku, jurnal
maupun internet. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan segala informasi yang
berkaitan dengan topik penelitian.
Setelah
mendapatkan informasi tentang sistem pendukung pengambilan keputusan dari literatur buku pada studi
kepustakaan, lalu menentukan masalah yang akan diteliti dengan melakukan
observasi langsung ke toko Sumber Rezeki dan melakukan wawancara dengan pengelola
toko tersebut. Setelah menemukan permasalahan, kemudian menentukan batasan
permasalahan yang bertujuan agar penilitian lebih fokus dan tidak keluar dari
pokok permasalahan yang ada.
Dalam tahap ini peneliti
mengumpulkan data yang diperlukan dengan menggunakan beberapa metode yaitu :
Observasi dilakukan langsung di toko
Sumber Rezeki agar mendapatkan gambaran yang nyata mengenai keadaan yang
sebenarnya terjadi dilapangan, hal ini bertujuan untuk lebih mengetahui
permasalahan yang sedang diteliti.
Proses wawancara dilakukan kepada salah
seorang staf dibagian persediaan barang. Wawancara yang dilakukan tentang
bagaimana prosedur persediaan barang yang distok setiap waktu dan juga
bagaimana kondisi dari barang-barang tersebut.
Peneliti melakukan pencarian data
melalui berbagai referensi seperti buku, jurnal, peper, dan pencarian melalui
internet untuk mendapatkan teori mengenai permasalahan yang sedang diteliti.
Selama
ini pengambilan keputusan dalam persediaan barang di Toko Sumber Rezeki di
lakukan secara manual, yaitu dengan menghitung seluruh nilai dari setiap
kriteria dan bobot dari seluruh alternatif yang mendaftar untuk penyeleksian
pengadaan barang oleh supllier. Pemilihan dengan cara manual ini memiliki
resiko berupa kesalahan perhitungan atau human error, pemilihan dengan cara
manual juga membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga terlalu membuang
waktu.
Sistem
baru di rancang dengan memanfaatkan sistem pengambilan keputusan dengan metode
SAW atau metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari
penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif dari semua
atribut. Metode ini membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan untuk
membandingkan semua rating dari alternatif yang ada. Sebelum sistem ini di
jalankan, user harus menginputkan apa saja kriteria yang ditentukan, nilai
bobot dari setiap kriteria dan nilai kriteria setiap alternatif, sehingga nantinya
akan menghasilkan ranking dari setiap alternatif, alternatif dengan ranking
tertinggi akan menjadi alternatif terbaik atau dengan kata lain pemenang dari
seleksi penyediaan barang yang dilakukan.
3.3.3
Perancangan (design)
Perancangan sistem merupakan rancangan
dari hasil analisa yang telah dilakukan sebelumnya yaitu
berupa perancangan
menu dan perancangan interface.
ANALISA DAN PERANCANGAN
Analisa sistem dibagi
menjadi dua bagian pembahasan yaitu analisa sistem yang berjalan saat ini dan
analisa sistem baru. Pada analisa sistem baru akan dibahas mengenai analisa
“Sistem Pengambilan Keputusan Pemilihan Supplier Barang di Toko Sumber Rezeki berbasis
WEB” dan analisa fungsional sistem yang terdiri dari analisa berupa flowchart,
Data Flow Diagram (DFD), dan Entity
Relationship Diagram (ERD).
Analisa
fungsional sistem dilakukan dengan menggambarkan bagaimana proses masukan
aplikasi sehingga dapat menghasilkan keluaran yang diinginkan oleh
pengguna. Adapun bagian dari analisa
fungsional sistem, yaitu :
Alat
bantu dalam pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk
menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses yang fungsional dan
dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual atau
terkomputerisasi. Perancangan sistem ini terdapat 3 bagian Data Flow Diagram
(DFD) yaitu, Context Diagram (DFD Level 0), DFD .
Berikut
ini Entity Relationship Diagram (ERD) Inbook Mobile yang tergambar dalam gambar
8 ERD berikut
Stephanus, H. S. (2011). Mudah Membuat Aplikasi Android.
Yogyakarta: Penerbit Andi.
Suhendar, A, and G. H. (2002). Visual Modeling Menggunakan UML dan
Rational Rose. Bandung: Informatika Bandung.
Supriyanto, A. (2005). Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta:
Salemba Infotek.
Syafaat H, N. and D. E. A. P. (2014). Rancang Bangun Pkumaps.Com Berbasis
Location Based Service (LBS) Dengan Teknologi Multi Platform, (KSNI).
W3function. (2014). Penjelasan CSS3. Retrieved January 19, 2014, from
http://www.w3function.com/blog/index.php?p=det&idn=59
W3schools. (2014). Penejelasan Pengertian HTML5. Retrieved April 08, 2014,
from http://www.w3schools.com/html/html5_intro.asp
Westrianingsih. (2012). Panduan Aplikatif & Solusi (PAS) Membangun
Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.