Selasa, 20 November 2018

apa yang kamu pikirkan saat membalasnya

Hasil gambar untuk cara membalas dendam dengan doa
Semua orang pasti  pernah mengalami sakit hati dan kekecewaan. Jika luka yang ditimbulkan sudah cukup dalam akan sulit disembuhkannya. Luka yang membekas umumnya  akan meninggalkan dendam yang jika dibiarkan akan bertumpuk dan dapat berujung pada tindakan yang tidak baik.

Memaafkan memang tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi ada baiknya merenungkan dan memikirkan akibat yang ditimbulkan jika kamu membalas dendam perbuatan seseorang yang telah melukai perasaan kamu.

Mungkin sakit hati yang kamu alami saat ini merupakan ujian bagi dirimu untuk menuju ke tingkatan yang lebih baik lagi. Hidup tak selamanya mulus, ada ujian dan tantangan yang harus kamu hadapi untuk terus bertahan.

Membalas dendam terhadap perlakukan buruk orang lain terhadapmu tidak akan menyelesaikan masalah. Mungkin ada perasaan lega yang kamu rasakan setelah membalas perbuatannya, namun setelahnya akan timbul perasaan tidak menyenangkan.

Memendam rasa dendam yang berlebihan hanya akan membuat kamu gampang sakit dan menjadikan hatimu kotor. Daripada disimpan mending dibuang jauh-jauh.

Mungkin perasaan sakit yang kamu rasakan saat ini adalah akibat dari perbuatan yang pernah kamu lakukan dulu terhada orang lain. mugkin kamu secara tidak sadar telah membuat hati orang lain menjadi sakit karena perbuatan atau perkataan yang kamu anggap biasa?

Cobalah kembali introspeksi diri. Tak ada orang yang selama hidupnya benar. Tidak perlu mengutuk keadaan. Nikmatilah proses yang ada.

Meski Allah melarang kita mendoakan orang lain agar celaka atau dapat bencana, namun khusus terhadap orang-orang yang dizalimi atau dianiaya Allah membolehkannya. 

Allah swt telah berfirman :

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Latinnya :
 Laa yuhibbu allaahu aljahra bialssuu-i mina alqawli illaa man zhulima wakaana allaahu samii’an ‘aliimaan

 Artinya :
” Allah tidak suka seseorang mengatakan sesuatu yang buruk kepada seseorang dengan terang-terangan melainkan orang yang dizalimi maka dia boleh menceritakan kezaliman tersebut, dan Allah itu maha mendengar dan maha mengetahui.” ( 148 : an-Nisa)

dan satu hal yang perludi ingat, seburuk apapaun perlakuan orang terhadap kita yang telah menyakiti hati maka jangan lah berpikir untuk membals nya.

1 komentar:

Makalah Lembaga Pendidikan Islam

  BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Islam merupakan komponen terpenting untuk membentuk dan mewarnai corak hidup masyarakat. Pen...