semoga kalian selalu sehat ya, kali ini saya ingin membagi sedikit informasi ni sama sahabat-sahabat semua. kali ini kita akan membahas tentang apa makna di balik kata assalamualaikum???
pasti banyak timbul pertanyaan bagi teman-temank kan , apa itu makna dari assalamualaikum,
MAKNA ASSALAMUALAIKUM
Salam artinya damai, terhormat dan ucapan assalamualaikum warahmatullah
hiwabarakatuh atau sering di singkat dengan assalamualaikum wr.wb.
Makna dari assalamualaikum itu sendiri adalah "semoga
keselamatan, keberkahan, dan kasih sayang (rahmat) dari Allah SWT menyertai
Anda/kalian".
Dari Abu
Hurairah -radhiallahu ‘anhu- dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- beliau
bersabda:
خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا ثُمَّ
قَالَ اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ مِنْ الْمَلَائِكَةِ فَاسْتَمِعْ مَا
يُحَيُّونَكَ تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ
فَقَالُوا السَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ
يَنْقُصُ حَتَّى الْآنَ
“Dahulu
Allah mencipta Adam ‘alaihissalam yang tingginya enam puluh hasta kemudian
berfirman, “Pergilah kamu dan berilah salam kepada mereka para malaikat dan
dengarkanlah bagaimana mereka menjawab salam penghormatan kepadamu dan juga
salam penghormatan dari anak keturunanmu”. Maka Adam menyampaikan salam,
“Assalaamu ‘alaikum” (kesalamatan atas kalian). Mereka menjawab, “Assalaamu
‘alaika wa rahmatullah,” (kesalamatan dan rahmat Allah atasmu) mereka
menambahkan kalimat ‘wa rahmatullah’. Nanti setiap orang yang masuk surga
bentuknya seperti Adam -alaihissalam- dan manusia terus saja berkurang
(tingginya) sampai sekarang”. (HR. Al-Bukhari no. 3079,5759 dan Muslim no. 6227)
Dari Imran
bin Al-Hushain -radhiallahu anhu- dia berkata:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ ثُمَّ
جَلَسَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرٌ ثُمَّ جَاءَ
آخَرُ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فَرَدَّ عَلَيْهِ
فَجَلَسَ فَقَالَ عِشْرُونَ ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ ثَلَاثُونَ
“Seorang
laki-laki datang kepada Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- dan mengucapkan,
“Assalamu alaikum?” Beliau membalas salam orang tersebut, kemudian orang itu
duduk. Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Sepuluh pahala.” Setelah
itu ada orang lain yang datang dan mengucapkan salam, “Assalamu alaikum
warahmatullah.” Beliau membalas salam orang tersebut, kemudian orang itu duduk,
maka beliau bersabda: “Dua puluh pahala.” Setelah itu ada lagi orang yang
datang dan mengucapakan salam, “Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,”
beliau membalas salam orang tersebut kemudian orang itu duduk. Beliau lalu
bersabda: “Tiga puluh pahala.” (HR. Abu Daud no. 5195, At-Tirmizi no. 2689, dan
Al-Hafizh berkata dalam Al-Fath (5/11), “Sanadnya kuat.”)
Ibnu Al-Arabi di dalam Ahkamul Quran mengatakan:
Tahukah kamu arti Salam? Orang yang
mengucapkan Salam itu memberikan pernyataan bahwa kamu tidak terancam dan aman
sepenuhnya dari diriku.
Kesimpulannya
bahwa Salam berarti:
- Mengingat (zikir) Allah SWT.
- Pengingat diri.
- Ungkapan kasih sayang antar sesama Muslim.
- Doa yang istimewa.
- Pernyataan atau pemberitahuan bahwa Anda aman dari bahaya tangan dan lidahku.
Muslim sejati adalah bahwa dia tidak
membahayakan setiap Muslim yang lain dengan lidahnya dan tangannya.
Jika kita
memahami hadits ini saja, sudahlah cukup untuk
memperbaiki semua umat Muslim. Karena itu Muhammad sangat menekankan penyebaran
pengucapan Salam antar sesama Muslim dan dia menyebutnya sebagai perbuatan baik
yang paling utama di antara perbuatan-perbuatan baik yang anda kerjakan. Ada
beberapa Sabda Muhammad yang menjelaskan pentingnya ucapan salam antar seluruh
Muslim.
Diriwayatkan
oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Kamu tidak dapat
memasuki Surga kecuali bila kamu beriman. Imanmu
belumlah lengkap sehingga kamu berkasih-sayang satu sama lain. Maukah
kuberitahukan kepadamu sesuatu yang jika kamu kerjakan, kamu akan menanamkan
dan memperkuat kasih-sayang di antara kamu sekalian? Tebarkanlah ucapan salam
satu sama lain, baik kepada yang kamu kenal maupun yang belum kamu kenal."
(Muslim)
Abdullah bin
Amr RA mengisahkan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apakah
amalan terbaik dalam Islam?" Rasulullah SAW menjawab: Berilah makan
orang-orang dan tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kamu saling
mengenal ataupun tidak." (Sahihain)
Abu Umammah
RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang lebih dekat
kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam." (Musnad Ahmad,
Abu Dawud, dan At Tirmidzi)
Abdullah bin
Mas'ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Salam adalah salah
satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam.
Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan
dihadapan Allah. Jika jamaah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka
makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab
ucapan salam." (Musnad Al Bazar, Al Mujam Al Kabir oleh At Tabrani) Abu
Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang kikir yang
sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam."
Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran Surat An-Nisa Ayat 86:
Apabila kamu
dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang
lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan
memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.
Demikianlah
Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau
yang lebih baik. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana yang
disebutkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hathim. Suatu hari ketika Rasulullah
SAW sedang duduk bersama para sahabatnya, seseorang datang dan mengucapkan,
"Assalaamualaikum". Maka Rasulullah SAW pun membalas dengan ucapan
"Waalaikum salaam wa rahmah". Orang kedua datang dengan mengucapkan
"Assalaamualaikum wa rahmatullah". Maka Rasulullah membalas dengan, "Waalaikum
salaam wa rahmatullah wabarakatuh". Ketika orang ketiga datang dan
mengucapkan "Assalaamualaikum wa rahmatullah wabarakatuhu."
Rasulullah SAW menjawab "Waalaika".
Orang yang
ketiga terperanjat dan bertanya, namun tetap dengan rendah hati, "Wahai
Rasulullah, ketika mereka mengucapkan salam yang ringkas kepadamu, engkau
membalas dengan salam yang lebih baik kalimatnya. Sedangkan aku memberi salam
yang lengkap kepadamu, aku terkejut engkau membalasku dengan sangat singkat
hanya dengan waalaika."
Rasulullah
SAW menjawab, "Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk yang
lebih baik. Karena itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana
yang dijabarkan Allah di dalam Al-Quran." Ternyata orang ketiga adalah
orang kafir.
Hasan
Al-Basri berkata, "Mengawali mengucapkan salam sifatnya adalah sukarela,
sedangkan membalasnya adalah kewajiban".
Referensi:
http://al-atsariyyah.com/makna-lafazh-salam.html
jjjk
BalasHapus